Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 November 2015

Sebungkus Mie Instant???

 
Hanya Karena Sebungkus Mie Instan, 7 Penyakit Ini Datang

Mie instan menjadi makanan yang begitu melekat di lidah dan kebiasaan orang Indonesia.

Bahkan makan mie instan sudah menjadi tradisi yang unik seperti makan mie instan rebus dengan kuah yang pedas di tengah hujan atau makan mie instan goreng sebagai salah satu mood booster.

Meski banyak orang sudah menyadari bahwa makan mie instan terutama jika berlebihan tidak baik untuk kesehatan, jumlah penggemar mie instan tidaklah surut.

Padahal ada beberapa penyakit yang bisa muncul karena mie instan seperti berikut ini.

1. Merusak pencernaan
Tahukah Anda bahwa saat keseringan makan mie instan maka sistem pencernaan Anda bisa rusak?

Menurut penelitian yang dilansir dari boldsky.com ini, keseringan makan mie instan bisa menyebabkan sembelit, diare, sakit perut, naiknya asam lambung, kembung, hingga masalah lambung lainnya.

2. Meningkatkan tekanan darah
Tingginya kandungan natrium di dalam mie instan mampu meningkatkan tekanan darah, masalah ginjal, serta retensi cairan di tangan dan kaki.

Risiko ini akan meningkat lebih tinggi bagi mereka yang sudah memiliki penyakit tekanan darah tinggi.

3. Menurunkan sistem metabolisme
Penasaran kenapa makan mie instan bisa bikin gemuk? Hal ini terjadi karena saat Anda kebanyakan makan mie instan maka sistem metabolisme tubuh Anda menurun.

Selain menurunkan sistem metabolisme, makam mie instan juga dapat menyebabkan akumulasi racun dalam tubuh yang berasa dari zat penambah rasa, pewarna, dan pengawet di dalamnya.

4. Tinggi MSG
Anda pasti tahu bahwa rasa mie instan begitu kuat. Hal ini disebabkan karena mie instan tinggi MSG.

Penelitian telah menunjukkan bahwa tingginya MSG dapat menyebabkan kerusakan otak, penyakit ginjal, dan kompilasi lainnya dalam tubuh.

5. Menyebabkan kanker
Mie instan mengandung bermacam zat pengawet yang bisa menyebabkan kanker.

Sayangi Mata Anda



Kenali dan Sayangi Mata Anda
BANYAK cara yang telah dilakukan manusia untuk menjaga mata sebagai lentera jiwa mereka. Sejatinya, keberadaan mata sebagai salah satu panca indera memiliki peran penting. Sebab tanpa berfungsi dengan baik penglihatan seseorang, maka dia tidak dapat merasakan dan menikmati keindahan dunia serta segala isinya.
Adapuncara yang ditempuh orang agar matanya menjadi sehat dan tidak mengalami masalah apalagi sampai buta, di antaranya secara rutin melakukan perawatan terhadap mata dan memeriksa matanya ke dokter. Tidak sedikit pula orang menggunakan cara herbal atau pergi ke pengobatan alternatif untuk menjaga kesehatan maupun menyembuhkan penyakit mata yang dideritanya.
Dua cara tersebut terbilang cukup populer dilakukan masyarakat di Indonesia, selain memeriksakan matanya ke dokter atau rumah sakit. Saat ini ada cara penanganan yang mulai banyak dilirik bahkan dapat dikatakan sangat populer di masyarakat, yaitu penanganan mata melalui teknologi lasik. Sebab melalui teknologi menggunakan laser ini, banyak masyarakat yang tertolong.
Namun jauh sebelum lasik mengalami booming seperti sekarang ini, banyak cara lain yang dilakukan orang untuk mengatasi kebutaan atau gangguan pada mata mereka. Seperti menggunakan lensa kontak, kacamata, kaca pembesar, dan lain sebagainya. Rata-rata gangguan pada mata tersebut berpusat pada rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi), atau pun silinder (astigmatisma).
Perlu diketahui, saat ini kian banyak anak-anak yang sejak kecil sudah menggunakan kacamata. Ternyata, selain faktor genetik, pola makan dan cara membaca sangat memengaruhi kesehatan mata. Sebab itu, orangtua hendaknya memerhatikan gizi dan vitamin yang dikonsumsi, serta memerhatikan kebiasaan mereka membaca.
Karena ini adalah gangguan refraksi/pembiasan, maka perbaikannya dengan perbaikan pembiasan. Yang paling sederhana misalnya menggunakan kacamata. Kemudian terjadi perkembangan ilmu bio medis, sehingga ada lensa kontak yang bisa ditempelkan di mata. Sayangnya, tidak semua orang merasa nyaman menggunakan kacamata atau lensa kontak.
Kacamata pertama kali ditemukan sekitar 3000 tahun lalu oleh bangsa di kota tua Niniwe, pada waktu itu fungsinya sebagai kaca pembesar. Bahan yang digunakan juga bukanlah lensa kaca melainkan batu kristal. Perkembangan kacamata baru melesat pada abad XII di Cina dan Eropa.
Dalam waktu singkat, kacamata mulai diproduksi dengan kualitas lensa sederhana dan pemakaiannya cukup merepotkan. Pada waktu itu, kacamata hanya terdiri atas dua lensa yang disambung tanpa tangkai dan ditempelkan di batang hidung. Sang pemakai juga harus terus memeganginya. Karena pemasangan yang rumit dan tidak praktis itulah, kacamata menjadi tidak diminati.
Berbagai cara dilakukan untuk membuat kacamata nyaman dipakai. Ada yang memasang rantai kecil pada kedua sisi kacamata dan diikatkan di bagian belakang kepala, seperti kacamata perenang, ada lagi yang mengaitkan kacamata pada topi. Ini pun masih merepotkan, bahkan mengganggu, terutama saat harus membaca di dalam ruangan atau membuka topi untuk memberi salam.
Hingga pada akhirnya, tercetuslah ide untuk memasang tangkai sehingga kacamata itu dapat dikaitkan di telinga. Tahun 1784, Benjamin Franklin berhasil menemukan kacamata bifokus yang memiliki lensa cembung dan lensa cekung dalam satu bingkai. Pada tahun 1908 dan 1910 barulah dikenal lensa cembung cekung, yang benar-benar menyatu dalam satu lensa. Materi lensa pun turut berkembang menjadi lensa kaca dan plastik.
Bila ditelusuri terkait keberadaan lensa kontak, banyak kalangan percaya, ide lensa yang menempel langsung pada bola mata itu konon sudah ada sejak tahun 1508. Hal itu berasal dari catatan dan gambaran serta sketsa yang dibuat Leonardo Da Vinci. Di dalam buku catatannya, ditemukan banyak sketsa tentang kacamata yang langsung bisa dikenakan pada bola mata. Ada pula yang beranggapan bahwa lensa kontak digagas oleh Rene Descartes pada tahun 1636, saat dia membuat hydriascope, gelas yang diisi air untuk menetralkan kekuatan kornea mata.
Perkembangan lensa kontak pun kemudian sangat beragam di berbagai negara. Seperti di Perancis pada tahun 1888, lensa kontak digunakan sebagai alat kesehatan yang hanya dipakai oleh beberapa orang saja. Awalnya lensa kontak terbuat dari kaca dan menutupi seluruh bagian depan mata. Untunglah, pada 1938 ditemukan lensa kontak plastik dan satu dekade kemudian mulai dikenal lensa kontak yang hanya menutupi kornea, dan dapat dipakai hingga 16 jam per hari.
Di tahun 1950 hingga 1960-an, lensa kontak dijual dengan harga yang sangat mahal dan mudah rusak. Baru setelah itu, di tahun 1990-an, dibuat lensa kontak dengan harga yang lebih terjangkau dan menggunakan bahan penghantar oksigen, sehingga jauh lebih nyaman untuk pemakaian sehari-hari.
Namun sejalan dengan perkembangan perbaikan struktur organ, teknik pembedahan untuk memperbaiki kornea mata juga berkembang. Orang pun sudah mulai berpikir tidak lagi menggunakan kacamata maupun lensa kontak, tapi menempuh cara lain yang lebih praktis, ekonomis, aman dan nyaman. Dengan teknik yang kemudian dikenal dengan lasik ini, orang tak perlu lagi menggunakan kacamata atau lensa kontak, yang dinilai sangat ribet dan mengganggu aktifitas. (Efrie Christianto/berbagai sumber)**



Sabtu, 28 November 2015

Kenali Asam Urat

Obat Asam Urat, Penyebab, Gejala serta Pantangannya
Asam Urat sekarang ini telah menjadi sebuah penyakit yang sering kali di alami oleh orang-orang yang berusia 30 tahun keatas. Namun jangan dikira penyakit ini merupakan penyakit yang ringan lho, karena jika lagi meradang sungguh tidak dapat terbayangkan rasa sakit yang akan dirasakan para penderitanya. Nah, pada jumpa ini Pusat Informasi akan mencoba menjelaskan 4 hal seputar obat asam urat, penyebab, gejala serta pantangan penderita asam urat yang diharapkan dapat memberikan banyak manfaat kepada para penderita maupun anda yang ingin mencegahnya.
Berikut ini gejala asam urat:
- Sendi terasa nyeri, ngilu, linu, kesemutan dan bahkan sampai membengkak dan berwarna      kemerahan (meradang)
- Biasanya pada persendian terasa nyeri saat pagi hari (baru bangun tidur) atau malam hari.
-Terasa nyeri pada sendi terjadi berulang-ulang kali.
- Yang diserang biasanya sendi jari kaki, jari tangan, dengkul, tumit, pergelangan tangan serta siku.
- Pada kejadian kasus yang parah, persendian terasa sangat sakit saat akan bergerak.
Untuk mengetahui lebih pasti, penderita harus segera melakukan pemeriksaan di laboratorium. Untuk kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 hingga 7 mg/dl dan pada wanita 2,6 – 6 mg/dl.
Sebagian besar para penderita asam urat juga mempunyai penyakit lainnya seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes atau juga penyakit ginjal. Namun faktor kegemukan (obesitas) juga sering kali dijumpai pada penderita asam urat. Apabila penyakit asam urat tidak segera di obati maka bisa berkembang menjadi penyakit batu ginjal dan akhirnya bisa mengakibatkan gagal ginjal penderita asam urat tersebut.
Adapun penyebab penyakit asam urat:
- Konsumsi zat-zat yang banyak mengandung purin secara berlebihan.
- Zat purin dalam jumlah banyak masuk dalam tubuh, kemudian melalui metabolisme berubah menjadi asam urat.
- Terjadinya peningkatan Kadar asam urat dalam tubuh, sehingga ginjal kita tidak mampu untuk membuang kelebihan asam urat.
- Banyaknya kristal asam urat yang berlebih menumpuk di persendian.
- Akibatnya sendi kita terasa nyeri, membengkak, meradang, panas dan kaku.
Pada kejadian kasus yang parah, penderita asam urat sampai tidak dapat berjalan karena pada persendian terasa sangat sakit sekali jika bergerak. Tulang sekitar sendi juga dapat keropos dan mengalami pengapuran tulang.
Pantangan bagi penderita asam urat:
- Jeroan: ginjal, limpa, babat, usus, hati, paru dan otak.
- Seafood: udang, cumi-cumi, sotong, kerang, remis, tiram, kepiting, ikan teri, ikan sarden.
- Ekstrak daging seperti abon dan dendeng.
- Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, sarden).
- Daging kambing, daging sapi, daging kuda.
- Bebek, angsa dan kalkun.
- Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
- Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong, daun pepaya, kangkung.
- Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental.
- Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa.
- Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan margarin/mentega.
- Makanan kaya protein dan lemak.
Selain beberapa pantangan di atas, penderita penyakit asam urat juga harus selalu banyak minum air putih apalagi bagi mereka yang mempunyai penyakit batu ginjal. Dengan banyak minum air putih akan sangat membantu ginjal untuk mengeluarkan kristal asam urat dari dalam tubuh melalui urine.
Saran kesehatan untuk penderita asam urat:
- Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti kentang, yogurt, dan pisang
- Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya dan strawberry
- Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai dan tomat
- Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi
- Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali dan sirup
- Jangan minum aspirin
- Jangan bekerja terlalu keras / kelelahan
- Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat naik tapi pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan olahraga yang cukup
- Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat badan.